Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah dari Ihram Hingga Tahallul
Beranda >> Artikel >> Ritualistik Ibadah Haji & Umroh
Beranda >> Artikel >> Ritualistik Ibadah Haji & Umroh
Rabu, 05 Agustus 2026 13.00 WIB
Almira News – Penulis : Faiz Hibatullah
Bagikan Artikel :
Bagikan Artikel :
Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah perlu dipahami sebelum jamaah berangkat ke Tanah Suci. Umroh bukan sekadar perjalanan ibadah ke Makkah, tetapi rangkaian amalan yang memiliki urutan, syarat, rukun, dan adab. Jika jamaah memahami alurnya sejak awal, ibadah akan terasa lebih tenang, tertib, dan khusyuk.
Banyak calon jamaah baru pertama kali berangkat umroh. Wajar jika masih bertanya: mulai dari mana, kapan memakai ihram, bagaimana thawaf, apa itu sa’i, dan kapan tahallul dilakukan?
Artikel ini membahas panduan umroh dari ihram hingga tahallul secara ringkas, natural, dan mudah dipahami.
Keutamaan Umroh dalam Hadits Shahih
Umroh memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Artinya: “Umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa umroh adalah ibadah yang sangat bernilai. Karena itu, jamaah sebaiknya tidak hanya mengejar keberangkatan, tetapi juga belajar tata caranya agar ibadah sesuai tuntunan. Berikut tata cara umroh sesuai sunnah yang harus Anda Pahami sebelum berangkat ibadah Umroh :
1. Memulai Ihram dari Miqat
Urutan pertama dalam Tata Cara Umroh Sesuai Sunna adalah ihram dari miqat. Ihram berarti niat masuk ke dalam ibadah umroh. Sebelum berihram, jamaah dianjurkan mandi, memakai pakaian ihram bagi laki-laki, merapikan diri, dan menghindari hal-hal yang dilarang setelah niat.
Niat umroh yang biasa dibaca adalah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
“Labbaik Allahumma umratan”
Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk ber-umrah..”
Setelah niat, jamaah mulai memperbanyak talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
“Labbaika Allaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka”
Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”
2. Menjaga Larangan Ihram
Setelah masuk ihram, jamaah wajib menjaga larangan ihram. Di antaranya tidak memakai wewangian, tidak memotong rambut atau kuku, tidak berburu, tidak melakukan hubungan suami istri, serta menjaga lisan dari perkataan buruk.
Larangan ihram mengajarkan disiplin dan pengendalian diri. Jamaah dilatih untuk menjaga hati, ucapan, dan perilaku sejak awal perjalanan ibadah. Inilah salah satu hikmah penting dari manasik umroh yang wajib dipahami oleh jamaah.
3. Masuk Masjidil Haram dengan Adab
Sesampainya di Makkah, jamaah menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf. Masuklah dengan tenang, menjaga pandangan, dan memperbanyak doa. Saat melihat Ka’bah, banyak jamaah merasa haru. Namun, tetap ikuti arahan pembimbing agar rombongan tertib dan tidak terpisah.
Umroh yang baik bukan hanya benar secara rukun, tetapi juga dijalankan dengan adab. Jangan mendorong jamaah lain, jangan memaksakan diri mencium Hajar Aswad jika kondisi padat, dan utamakan keselamatan.
4. Thawaf Mengelilingi Ka’bah Tujuh Putaran
Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari arah Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Thawaf dilakukan dalam keadaan suci dan berwudhu dari hadats menurut pendapat mayoritas ulama.
Selama thawaf, jamaah dianjurkan berdzikir, berdoa, dan merendahkan diri kepada Allah. Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di setiap putaran.
Jika pun ada, mungkin itu ajaran dari beberapa para ulama untuk membimbing jamaah dalam melantunkan doa-doa selama melaksanakan Thawaf. Jamaah boleh berdoa dengan bahasa yang dipahami, selama isinya baik.
Setelah thawaf, jamaah dianjurkan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan. Jika area padat, shalat dapat dilakukan di bagian Masjidil Haram yang memungkinkan tanpa mengganggu jamaah lain.
5. Sa’i Antara Shafa dan Marwah
Setelah thawaf, jamaah melaksanakan sa’i antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Dalil sa’i disebut dalam Al-Qur’an:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar Allah.” (QS. Al-Baqarah: 158)
Sa’i mengingatkan umat Islam pada perjuangan Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail AS. Ibadah ini mengajarkan ikhtiar, kesabaran, dan keyakinan kepada pertolongan Allah.
6. Tahallul sebagai Penutup Umroh
Setelah sa’i selesai, jamaah melakukan tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut. Bagi laki-laki, mencukur habis lebih utama menurut banyak ulama, sedangkan perempuan cukup memotong sedikit bagian rambut. Dan jauh lebih afdhal (utama) mencukur gundul bagi laki-laki untuk bisa mendapatkan keutamaan Umroh.
Dalam riwayat Bukhari & Muslim, Rasulullah bahkan memohon ampun dosa kepada Allah sebanyak 3 kali bagi mereka yang menggundul habis, sedangkan bagi yang sekedar memendekkan hanya 1 kali Rasulullah SAW memohon ampunan dosa kepada Allah SWT.
{ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالْمُقَصِّرِينَ ؟ قَالَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالْمُقَصِّرِينَ ؟ قَالَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالْمُقَصِّرِينَ ؟ قَالَ : وَالْمُقَصِّرِينَ }
Artinya: “Ya Allah, ampunilah mereka yang menggundul habis.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau cuma sekedar memendekkan?” Beliau masih bersabda, “Ya Allah, ampunilah mereka yang menggundul habis.” Para sahabat balik bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana cuma sekedar memendekkan?” Beliau masih bersabda, “Ya Allah, ampunilah mereka yang menggundul habis.” Para sahabat kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana cuma sekedar memendekkan?” Baru beliau menjawab, “Dan juga bagi yang memendekkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tahallul menjadi tanda selesainya rangkaian umroh. Setelah tahallul, larangan ihram sudah berakhir dan jamaah kembali pada keadaan biasa.
Baca Juga Artikel Ini: Syarat dan Rukun Haji Sesuai Sunnah yang Wajib Diketahui
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Umroh
Beberapa kesalahan yang sering terjadi adalah tidak memahami miqat, terlalu fokus mencari tempat mustajab hingga mengganggu jamaah lain, membaca doa tanpa memahami maknanya, atau menganggap semua bacaan tertentu sebagai kewajiban. Padahal, inti ibadah adalah mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dengan ilmu dan adab.
Karena itu, manasik umroh sesuai sunnah sangat penting. Jamaah sebaiknya belajar sebelum berangkat agar tidak panik saat berada di Makkah.
Oleh karena itu, penting bagi calon jamaah untuk selalu bersemangat dalam mencari informasi yang menyangkut perjalanan ibadah Haji & Umroh dimulai dari ritual sampai hikmah-hikmah dalam berbagai literatur keislaman. Selain daripada itu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi kepada pihak yang memiliki kapasitas dalam memberikan jawaban.
Dalam hal ini, fasilitas konsultasi bisa Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam membangun kualitas perjalanan spiritual ibadah Umroh yang Anda lakukan.
Bagi calon jamaah yang ingin memahami program umroh, jadwal keberangkatan, fasilitas hotel, visa, perlengkapan, dan bimbingan manasik, Almira Travel menyediakan layanan konsultasi. Dengan pendampingan yang jelas, jamaah dapat mempersiapkan ibadah lebih tenang.
Informasi lebih lanjut mengenai program Almira Travel Umroh, bisa Anda konsultasikan bersama pihak Almira Travel Umroh untuk bisa memenuhi kebutuhan pengetahuan Anda seputar perjalanan ibadah Umroh Anda dengan klik tombol dibawah ini !!!
Baca Juga Artikel Ini: Jangan Tertipu! Ini Cara Tepat Untuk Menghindari Penipuan Travel Umroh!
Rencanakan Umroh Bersama Almira Travel Umroh
- Pasti Berizin Resmi PPIU Kemenhaj RI
- Pasti Biayanya Transparan
- Pembimbing Professional, Berpengalaman dan Tersertifikasi
- Terakreditasi "A" oleh Lembaga Resmi KAN
- Terdaftar Sebagai 10 Travel Haji Plus & Umroh Terbaik
- Transportasi Di Tanah Suci Charter Bus Premium
- Penerbangan Ke Tanah Suci Direct (Tanpa Transit)
- Hotel Dekat Dengan Masjid Langsung ke Pelataran
- Free Kereta Cepat Haramain (Madinah - Mekkah)
- Free City Tour Madinah - Mekkah - Thaif
Rencanakan Umroh Bersama Almira Travel Umroh !!!
- Pasti Berizin Resmi PPIU Kemenhaj RI
- Pasti Biayanya Transparan
- Pembimbing Professional, Berpengalaman, dan Tersertifikasi
- Terakreditasi "A" oleh Lembaga Resmi KAN
- Terdaftar Sebagai 10 Travel Haji Plus & Umroh Terbaik
- Diskon Umroh Rp 1.5 Juta
- Transportasi Di Tanah Suci Charter Bus Premium
- Penerbangan Ke Tanah Suci Direct (Tanpa Transit)
- Hotel Dekat Dengan Masjid Langsung ke Pelataran
- Free Kereta Cepat Haramain (Madinah - Mekkah)
- Free City Tour Madinah - Mekkah - Thaif
Kesimpulan
Tata cara umroh sesuai sunnah dimulai dari ihram di miqat, menjaga larangan ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Dengan memahami urutan ini, jamaah dapat menjalankan ibadah lebih tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan.
Persiapan terbaik adalah belajar manasik, menjaga niat, dan memilih pendamping perjalanan yang amanah. Semoga setiap jamaah diberi kemudahan menunaikan umroh yang diterima oleh Allah SWT.
Aamiiinnn Yaa Rabbal ‘Alamiiinnn
Kata Kunci :
# Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah
# Keutamaan Umroh
# Almira Travel Umroh
Referensi :
Tags :
#AlmiraTravel
#ProgramUmrohPlus
#TataCaraUmroh
#UmrohSesuaiSunnah
Artikel Lainnya :
PT. Almira Berkah Abadi
PT. Almira Berkah Abadi merupakan Travel Umroh yang telah memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dari Kementerian Agama RI dengan Izin Umroh No. U 42 Tahun 2023
Izin Haji No. 767 Tahun 2023
PT. Almira Berkah Abadi
PT. Almira Berkah Abadi merupakan Travel Umroh yang telah memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dari Kementerian Agama RI dengan Izin Umroh No. 521 Tahun 2019
Izin Haji No. 413 Tahun 2021.
PT. Almira Berkah Abadi
Almira Travel merupakan Travel Umroh yang telah memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dari Kementerian Agama RI dengan Izin Umroh No. 521 Tahun 2019
Izin Haji No. 413 Tahun 2021.


















