Beranda >> Artikel >> Ritualistik Ibadah Haji & Umroh
Beranda >> Artikel >> Ritualistik Ibadah Haji & Umroh
Kamis, 06 Agustus 2026 13.00 WIB
Almira News – Penulis : Faiz Hibatullah
Tata Cara Umroh yang harus dipahami sebelum ke Tanah Suci bukan hanya soal urutan ibadah, tetapi juga kesiapan ilmu, niat, fisik, dokumen, dan adab selama berada di Tanah Suci. Banyak calon jamaah merasa antusias menjelang keberangkatan, namun masih bingung tentang apa saja yang harus dipelajari sebelum memakai ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul.
Artikel ini menjadi lanjutan dari pembahasan Almira Travel sebelumnya tentang “Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah dari Ihram hingga Tahallul”. Jika artikel sebelumnya fokus pada rangkaian inti umroh, maka artikel ini membantu calon jamaah memahami bekal penting sebelum berangkat agar ibadah lebih tenang, tertib, dan sesuai tuntunan.
Umroh adalah ibadah yang memiliki rukun dan adab. Jika jamaah memahami tata cara umroh sesuai sunnah sejak sebelum keberangkatan, ia akan lebih siap mengikuti manasik, menjaga larangan ihram, dan menjalankan ibadah tanpa banyak kebingungan.
Ilmu sebelum amal menjadi bekal penting agar perjalanan ibadah tidak hanya lancar secara teknis, tetapi juga bermakna secara spiritual.
Rasulullah SAW bersabda:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Artinya: “Umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits shahih ini menunjukkan besarnya nilai ibadah umroh. Karena itu, calon jamaah perlu mempersiapkannya dengan ilmu dan kesungguhan.
Baca Juga Artikel Ini: Hati-Hati Penipuan Umroh! Ini Cara Tepat Pilih Travel Umroh Terpercaya!
Sebelum berangkat, jamaah perlu memastikan beberapa hal. Pertama, luruskan niat hanya karena Allah. Kedua, pelajari rukun umroh, yaitu ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Ketiga, pahami larangan ihram agar tidak melakukan pelanggaran tanpa sadar. Keempat, siapkan fisik karena jamaah akan banyak berjalan, terutama saat thawaf dan sa’i.
Selain itu, dokumen perjalanan juga harus diperhatikan. Pastikan paspor, visa, tiket, perlengkapan pribadi, obat-obatan, dan kebutuhan ibadah sudah sesuai arahan travel. Bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat, mengikuti manasik umroh sesuai sunnah sangat dianjurkan agar memahami alur perjalanan sejak dari bandara, miqat, hotel, hingga Masjidil Haram.
Tahap penting dalam urutan umroh dari awal sampai akhir adalah ihram dari miqat. Ihram berarti masuk ke dalam ibadah umroh dengan niat. Di antara lafaz niat umroh yang biasa diajarkan dalam manasik adalah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
“Labbaik Allahumma umratan”
Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk ber-umrah..”
Setelah niat, jamaah mulai memperbanyak talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
“Labbaika Allaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka”
Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Lafaz talbiyah ini diriwayatkan dalam Hadits Shahih dari Ibnu Umar RA dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Jamaah memulai thawaf dari arah Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Saat kondisi padat, jamaah tidak perlu memaksakan diri mencium Hajar Aswad. Cukup memberi isyarat jika memungkinkan, sambil tetap menjaga keselamatan.
Dalam thawaf, tidak ada doa khusus yang shahih untuk setiap putaran. Jamaah boleh membaca dzikir, doa, istighfar, shalawat, atau ayat Al-Qur’an. Namun, ada doa yang diriwayatkan dibaca Rasulullah SAW antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” (HR. Abu Dawud; dinilai hasan/shahih oleh sejumlah ulama)
Setelah sa’i, jamaah melakukan tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut. Bagi laki-laki, mencukur habis lebih utama menurut banyak ulama, sedangkan perempuan cukup memotong sedikit bagian ujung rambut. Setelah tahallul, rangkaian umroh selesai dan larangan ihram berakhir.
Doa ini bisa dibaca saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, bukan sebagai doa wajib untuk seluruh putaran thawaf.
Setelah thawaf, jamaah melaksanakan sa’i antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Dalil sa’i disebutkan dalam Al-Qur’an:
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا ۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ 158
Artinya: “Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah.43) Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai44) antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri,45) lagi Maha Mengetahui..” (QS. Al-Baqarah: 158)
Sa’i mengajarkan kesabaran dan ikhtiar, sebagaimana kisah Hajar yang berusaha mencari air untuk Nabi Ismail AS. Bagi jamaah, sa’i juga menjadi pengingat bahwa ibadah membutuhkan usaha, keteguhan hati, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.
Setelah sa’i, jamaah melakukan tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut. Bagi laki-laki, mencukur habis lebih utama menurut banyak ulama, sedangkan perempuan cukup memotong sedikit bagian ujung rambut. Setelah tahallul, rangkaian umroh selesai dan larangan ihram berakhir.
Meski terlihat sederhana, tahallul tetap bagian penting dari rukun umroh sesuai sunnah. Karena itu, jamaah sebaiknya tidak menundanya tanpa alasan yang jelas dan tetap mengikuti arahan pembimbing.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi adalah tidak memahami miqat, memakai wewangian setelah ihram, memaksakan diri di area padat, menganggap setiap putaran thawaf memiliki doa wajib tertentu, atau terlalu fokus pada dokumentasi hingga mengurangi kekhusyukan. Jamaah juga perlu menjaga lisan dan adab, karena perjalanan umroh adalah ibadah, bukan sekadar wisata religi.
Agar lebih siap, calon jamaah dapat membaca panduan lanjutan di artikel Almira Travel sebelumnya:
Baca Juga Artikel Ini: Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah dari Ihram Hingga Tahallul
Bagi calon jamaah yang ingin memahami jadwal keberangkatan, fasilitas hotel, visa, perlengkapan, pembimbing, dan manasik umroh, Almira Travel menyediakan layanan konsultasi. Dengan pendampingan yang jelas, jamaah dapat mempersiapkan ibadah lebih tenang sejak sebelum ke Tanah Suci.
Ikuti Program Umroh Premium Almira Travel dengan program dan fasilitas yang bisa menyesuaikan dengan minat dan kebutuhan Anda. Ada beberapa pelayanan dan fasilitas utama dalam kegiatan program Umroh Premium khusus untuk bulan September 2026 hingga Januari 2027 dengan rincian layanan dan fasilitas sebagai berikut :
Untuk informasi lebih lanjut, bisa berkonsultasi dengan Tim Almira Travel dengan klik tombol berikut dibawah ini :
Tata cara umroh yang harus dipahami sebelum ke Tanah Suci mencakup persiapan niat, ilmu manasik, ihram dari miqat, thawaf, sa’i, tahallul, serta adab selama ibadah. Dengan memahami semuanya sejak awal, jamaah dapat menjalankan umroh lebih tertib, khusyuk, dan sesuai sunnah.
Persiapan terbaik dimulai dari belajar, bertanya kepada pembimbing, dan memilih travel yang memberikan pendampingan amanah. Semoga setiap jamaah Almira Travel diberi kemudahan menunaikan umroh yang diterima Allah SWT.
# Tata Cara Umroh
# Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah
# Umroh Premium
# Almira Travel
#AlmiraTravel
#ProgramUmrohPremium
#TipsRencanaUmroh
#UmrohSesuaiSunnah
PT. Almira Berkah Abadi
PT. Almira Berkah Abadi merupakan Travel Umroh yang telah memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dari Kementerian Agama RI dengan Izin Umroh No. U 42 Tahun 2023
Izin Haji No. 767 Tahun 2023
PT. Almira Berkah Abadi
PT. Almira Berkah Abadi merupakan Travel Umroh yang telah memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dari Kementerian Agama RI dengan Izin Umroh No. 521 Tahun 2019
Izin Haji No. 413 Tahun 2021.
PT. Almira Berkah Abadi
Almira Travel merupakan Travel Umroh yang telah memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dari Kementerian Agama RI dengan Izin Umroh No. 521 Tahun 2019
Izin Haji No. 413 Tahun 2021.